Tukang Pande Indramayu, Sebuah Kearifan Lokal

 
photo by Fauzi Rizal
Pande Besi atau dalam bahasa inggris kita mengenalnya dengan istilah blacksmith. Pande besi adalah proses pembuatan alat-alat pertanian atau pun alat-alat lainnya yang berbahan utamakan besi dengan cara ditempa untuk menghasilkan barang dengan daya guna tinggi. Barang-barang yang dihasilkan antara lain yaitu arit, golok, pacul, pedang, linggis, dan lain-lain.

Dalam industri pande besi ini terdiri dari 1 orang empu dan 2 orang atau lebih banyak panjak. Tukang Pande atau empu yaitu orang yang kerjanya memegang besi yang akan dibentuk sekaligus mengatur bagian mana yang harus ditempa agar menjadi bentuk alat seperti yang di inginkan.

Sedangkan panjak adalah orang yang kerjanya memukul atau menempa besi yang akan dibuat tadi. Penempaan besi ini tergantung arahan dari empu. Bisa dikatakan empu ini merupakan desainer dalam pande besi. Namun saat ini keberadaan industri pande besi ini sudah mulai memudar.

Indramayu juga memiliki beberapa tukang pande. Kalau pande besi di Indramayu cuma pakai baja bekas, seperti per mobil, gear mesin traktor, klaher, rel kereta, rem cakram, dan lain-lain. Sedangkan membuat golok borongan langsung dibentuk menjadi perkakas, tapi untuk pesanan khusus bahan bakunya yakni baja tidak langsung dibentuk tapi diproses lagi, bisa dibilang baja bekas tersebut dimurnikan dan disempurnakan.

Jenis baja bekas dan teknik serta lama pemrosesan tergantung dari harga yang diajukan pemesan, yang dijadikan tolak ukur oleh tukang pande untuk melihat kemurnian atau kesempurnaan baja yang diproses ternyata sederhana, cuma dilihat dari warna cahaya bara baja yang dibakar atau dipanaskan.

  1. Kalau di proses sampai warna cahaya bara baja merah berarti buruk, kalau dijadikan pisau atau golok mudah gompal atau rusak. Ini untuk kualitas produk borongan.
  2. Kalau di proses sampai warna cahaya bara baja jernih berarti bagus, kalau dijadikan golok atau pisau tidak akan mudah rusak atau gompal. Ini untuk kualitas produk pesanan.
  3. Kalau di proses sampai warna cahaya bara baja putih jernih agak kebiru-biruan berarti sangat bagus, kalau dijadikan golok atau pisau mampu menebas putus paku (ukuran 12 cm) tanpa merusak ketajaman. Ini untuk kualitas produk pesanan khusus.
  4. Kalau di proses sampai warna cahaya bara baja hijau jernih konon bisa dibilang kualitas sempurna, juga bisa dibuat menebas putus besi beton sebesar ibu jari tangan orang dewasa, tanpa merusak ketajamannya. Untuk produk ini hanya cerita dari tukang pande, soalnya butuh kemampuan yang lebih, konon dulu leluhurnya bisa membuatnya. Proses ini lumayan rumit, meski tahu caranya. Berat melaksanakannya. 

Selain proses penempaan diatas, sebuah kualitas produk dari tukang pande juga dipengaruhi kualitas arang. Jenis arang untuk pembakaran juga mempengaruhi peningkatan kualitas baja, untuk pesanan khusus biasanya menggunakan arang bambu.

Diantara belasan tukang pande yang tersebar di Indramayu, tapi yang memiliki keahlian dan kemampuan untuk memproses atau menyempurnakan baja ada di tiga desa yaitu Desa Sudimampir, Desa Cikedung, dan Desa Karang Tumaritis.
***

Akun resmi terkait informasi, pengumuman dan konten blog.

3 komentar:

  1. maaf kalo golok sekualitas nomor 4 harga berapa ya.. terus kalo pesen bisa dites dulu kan sebelum bayar ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sampai saat ini saya belum menemukan PANDE yang bisa menggarap pada kualitas no 4.

      Hapus
  2. bisa pesen untuk golok nomor 3? kalo bisa saya mau pesen dan tolong email ke abah.weckling@gmail.com untuk harga. terima kasih ditunggu infonya

    BalasHapus


EmoticonEmoticon