Tubitv.com, Aplikasi Gratis Nonton Streaming Legal

Tangkapan layar Tubi

Apa itu Tubi?

Tubi adalah layanan streaming gratis dengan koleksi film dan acara TV yang lumayan komplit. Tubi adalah layanan nonton online gratis berbasis iklan. Banyak orang yang tidak tahu, terutama setelah Fox membelinya seharga $ 440 juta.

Tubi menawarkan lebih dari 20.000 acara TV dan film lawas untuk ditonton secara gratis. Tubi menyimpan konten dari studio Paramount, MGM dan Lionsgate dan jaringan termasuk A&E, Lifetime dan Starz.

Perusahaan ini mengklaim memiliki 25 juta pemirsa aktif bulanan yang menghabiskan lebih dari 160 juta jam per bulan untuk menonton konten di layanannya. 

Sekilas Tentang Tubi

Tubi adalah layanan streaming video, tidak seperti Netflix, Hulu, Amazon Prime Video dan lainnya. Acara TV dan film bisa Anda tonton lewat ponsel, PC, maupun perangkat streaming lainnya tanpa biaya.

Apakah Bayar?

Ya, Tubi gratis. Tidak bohong. Terdengar klise, pada saat yang sama kita gundah dengan kasus pembajakan dan hak cipta. Tubi datang dengan biaya gratis dan legal. Menonton di Tubi adalah legal.

Tubi mengandalkan pemasukan dari iklan. Perusahaan ini mencoba menarik penonton untuk mencoba layanannya. Bedanya Tubi dengan YouTube, iklannya tidak bisa dilewati. Skip.

TV dan film Tubi

Ukuran perpustakaan Tubi lebih dari 20.000 film dan acara televisi secara mengejutkan besar untuk layanan yang belum mencapai status arus utama seperti Netflix dan Hulu.

Tubi mampu mengumpulkan banyak konten dengan bermitra dengan lebih dari 250 penyedia, termasuk Hollywood kelas berat Paramount, Lionsgate dan MGM. Anda juga akan menemukan pemrograman dari A&E, Complex Networks, dan lainnya.

Tubi menawarkan koleksi yang berbeda. Akan memberi Anda wawasan tentang film-film yang terkenal dan memenangkan ajang piala sinema.

Juga, akan menemukan kategori acara TV "klasik", anime, dan program yang ramah anak-anak.

Ulasan Tubi

Tubi mendapat ulasan positif di CordCutting, yang memberi nilai tinggi untuk antarmuka dan kategori bagus. Situs ini mencatat bahwa meskipun perpustakaan Tubi terbatas, dibandingkan dengan layanan serupa seperti Netflix, namun sangat lengkap dan gratis. Lifewire juga merekomendasikan layanan ini, dengan memperhatikan seberapa pendek jeda iklannya.

Aplikasi Tubi

Tubi menawarkan banyak opsi untuk mendapatkan layanan ke TV Anda, termasuk aplikasi di Roku, Amazon Fire TV, dan Chromecast . Tubi juga tersedia di PS4 dan Xbox One. Dan jika Anda pengguna Comcast Xfinity atau Tivo, Anda juga akan menemukan aplikasi Tubi di platform tersebut.

Tubi juga tersedia melalui browser web di tubitv.com . Jadi, jika Anda ingin menontonnya dari laptop dan komputer, pergilah ke sana dan Anda akan menemukan semua konten yang diinginkan.

Di sisi seluler, Anda akan menemukan Tubi tersedia di App Store Apple dan Google Playstore, sehingga Anda dapat mengaksesnya di hampir semua perangkat iPhone atau Android.

Kelemahan Tubi

Jika Anda tertarik dengan Tubi, Anda mungkin bertanya-tanya apa yang tidak akan Anda dapatkan dari layanan ini. Pertama, Tubi kurang menyediakan konten baru yang sedang tren. Apa yang akan Anda temukan di sini adalah perpustakaan media yang bagus, tetapi belum tentu banyak pertunjukan dan film baru.

Jika Anda ingin menonton film dan acara televisi yang lebih lawas, Tubi mungkin merupakan tempat yang tepat untuk memulai. Gratis dan memiliki banyak TV show dan film.

Jika Anda adalah seseorang yang hanya menikmati konten dan Anda tidak perlu memiliki acara atau film tertentu yang harus Anda tonton, Anda dapat bersenang-senang di aplikasi ini. Namun, jika mencari konten baru dan populer, aplikasi ini bukan untuk Anda.
***

Aku Jatuh Cinta Lagi

Sematan status facebook di bawah, kutulis khusus untuk menyambut kedatangan putra kami ke dunia ini. Namanya Prahasta Pembarep Suidno. Ia sebenarnya anak ketiga kami. 
Sayang, kakak-kakaknya harus abortus. Tiga mingu yang lalu ia baru saja puputan. Tali pusarnya putus. 

Emak-nya sewaktu hamil beratnya nambah 15 kg tapi Prahas terlahir dengan berat cuma 2,1 kg. Kagak nyampe seperdelapan kenaikan berat emaknya. Ajaib? 

Berat bayi rendah lahir atau BBLR menurut bidan disebabkan tersumbatnya suplai makanan di ketuban. Dijelasin babibu sama bidan yang menanganinya. Aku mah angguk-angguk aja. Asli dah ngerti juga kagak. 

Awalnya kukira disebabkan jatah makannya diambil oleh dua sedulur-nya yang belum sempat lahir itu. Saban malam sewaktu jadi suami siaga, emaknya sering halusinasi. Ada kuntilanak lah, ada setan lah. 

Kelahiran putra kami, alhamdulillah normal. Seminggu sebelum kelahiran, emaknya cek kandungan di rumah sakit. Hasil diagnosisnya bisa normal. Nggak usah induksi atau cesar. Disuruh pulang, nunggu sampe mules. 

Aku, ayahnya mengharapkan persalinan normal. Persis orangtua-orangtua jaman dulu 100% persalinan normal. Aku heran aja, sebagian besar teman-temanku, persalinannya cesar. Rumah sakit dan dokter sedang kejar setoran mungkin. 

Aku nggak mau tahu dan bodo amat. Itu kan urusan mereka. Lagian juga yang mau dibahas soal Prahas lahir. Soal masalah putraku lahir. 

Emaknya waktu masuk ke ruang persalinan di gedung Poned Puskesmas Sliyeg, perawat yang jaga bilang, keluarga yang ikut mengantar pulang aja. Musim covid-19, mas. 

Adat dermayu emang gitu, sanak saudara suka ngumpul. Aku udah nebak, bakalan rame. Meski nggak bilang-bilang, tetep aja pada datang. Aku nggak mau ngrepotin orang lain. 

Sedikit nggak enak, aku malah nyuruh balik perawatnya. Dia aja yang bilangin langsung. Setelah pulang semua, aku persis hanya ditemani Burhan, sobatku. 

Selang beberapa waktu, silih berganti saudara menjenguk. Ada paman, ortu dan adek. Kantuk mulai terasa. Aku rebahin kepala di waton ranjang pasien. 

"Kapan jeh jebrole?" 

Aduh! Kaget! Tiba-tiba ibu datang dan duduk di sebelah. Beliau langsung pijitin istriku yang mengerang sakit. Aku pamit laper. Minta gantian nungguin. Masih lama baru pembukaan empat. 

Aku dan Burhan lalu cari makan. Suasana sepi sekali jalanan. Malam Jum'at dan mencekam pandemi coronavirus. 

Selesai cari makan, aku masuk ke ruang persalinan. Emaknya mulai sering menjerit keras. Kesakitan. Aku bangunin perawat yang jaga. 

Setelah menangani, ia menyuruh untuk panggil bidan. Bilang aja udah kroning. Apaan tuh kroning?

Aduh paramedis memang bikin pusing. Tulisannya nggak kebaca, istilah-istilah yang dipakai juga hanya dimonopoli mereka. 

Aku mulai nggak tega, mendengar jerit sakit istri. Makin menjadi. Aku hanya bisa megangin tangannya. Memegang erat. 

Setengah jam mengejan. Anakku lahir. Mata berkaca-kaca, melihat tangisnya. Aku menoleh pandang. Emaknya tersenyum sedan, bahagia. 

Prahas dibersihin, disuntik, diberi antibiotik lalu di-bedong. Dengan suara lirih aku peluk. Aku dekatkan bibir ke telinganya. Kukumandangkan azan. 

Aku memandang wajah tak berdosa itu lekat-lekat. Sema datang melihat. 

"Mirip pisan kaya bapane" komentar Sema. 

Dengan hati berbunga-bunga aku pergi ke istri sambil membawa Prahas. Istri tersenyum berkaca-kaca melihat darah daging yang baru dilahirkannya. 

Pastilah ia terharu banget, namanya juga anak pertama. Predikat emak sudah boleh disandangnya sekarang. Telah dipercaya oleh Tuhan memelihara anak. 

Dambaan semua perempuan normal di dunia. Lebih-lebih, kami dua kali gagal maning-gagal maning, son. 

Tiba-tiba emaknya terpaku sambil melihat ke Prahas. Bayi ini begitu tampan dan mungil. Senyumnya begitu menawan. Senyum yang jauh lebih indah daripada senyum Monalisa. 

Ia terlihat manis sekali. Membuat aku menyesal mengapa tidak punya anak sewaktu saya berusia 18 tahun? Biar bisa berteman. 

Dalam kebahagiaan itu, dadaku sesak. Saat bidan bilang Prahas perlu perawatan ekstra. Ia terlahir BBLR. Harus minum susu formula khusus. Ia juga harus disenter lampu. Agar suhunya stabil. 

Mungkin bila lahir di rumah sakit, anakku akan masuk inkubator. Singkatnya, anakku nggak baik-baik amat kondisinya. Lumayan bikin stress. 

Coba googling, makin kalut. Infonya yang aku dapat. Aku takut, anakku mirip anak busung lapar di Afrika. 

Umur seminggu, aku dan emaknya mulai mencurigai hal aneh. Kulitnya mlepuh. Mirip cacar. 

Maklum anak semata wayang, perhatian orangtuanya pastilah berlebihan. Kita bawa Prahas ke Dokter Anak. Itulah pertama kali ia naik motor. 

Gimana lagi? Sebenarnya nggak tega. Naik mobil nggak punya. Pinjam atau sewa ada ongkosnya. 

Di situ aku sebagai ayahnya sedih. Punya anak itu bebannya berat. Energi terkuras. Duit juga harus ready. Apalagi anak kita perlu perlakuan khusus. 

Dokter menyarankan jangan dimandiin. Ngurus anak BBLR itu kudu intens. Higienis. Yang bikin terharu pas Prahas bisa diajak kerjasama. 

Ia diam nggak banyak tingkah. Sewaktu diperiksa dokter. Lain sisi, aku sedih. Sebagai ortu nggak bisa berbuat banyak untuk melindunginya. 

Aku gendong. Prahas menatap dengan sayu. Teriris hatiku. Sebulan ini, aku siaga di rumah. Otomatis sumber pendapatan pun berkurang. Rutinitasku itu-itu aja. 

Malam adalah shift ayahnya. Mencuci, mandi/bilas sore. Dan terakhir nyiapin air hangat untuk mandi emaknya. Its my responsibility

Dulu, ketika hamil aku sering bilang ke emaknya. Becandain. Kalo nggak ada mirip-miripnya denganku, bukan anakku. Emaknya langsung ingut-ingutan. 

Sekarang, setiap kali melihatnya semakin kuat perasaan itu. Prahas adalah fotocopy diriku. Apalagi ketika seorang temen pernah terkekeh-kekeh melihat Prahas sambil berkata. 

“Huahahahaha mirip banget karo sira neer. Tinggal kasih kumis tipis pake spidol item, jadi deh mirip si kembar.” 

Sementara yang lainnya ngomong, “Masya Allah, cara senyumnya sama banget sama bapaknya..!!” 

Hari ganti hari. Makannya mulai lahap. Minum susunya semakin kuat. Badannya juga mulai berisi. Dan yang paling membahagiakan adalah ketika Prahas mulai merespon saat dikudang. 

Banyak hal baru yang kami temukan dalam membesarkan Prahas. Aku masih menunggu dipanggil ayah, bapak, papah, atau mama oleh Prahas. 

Dulu, panggilan itu biasa saja bagiku. Tapi, aku menunggu panggilan itu darinya. Bisa jadi aku akan berkaca-kaca matanya saat dipangil kata itu. Panggilan indah itu. Aku menunggu. 

Hidupku makin sempurna. Segala penat, utang, masa depan yang tidak pasti terasa lebih ringan. 

Aku menunggu Prahas senyum menggoda. Lalu memanggilku. "Ayaaaaaaaaah, sini ayah, kita main yuk". Ayah mana hatinya tidak bergetar dengan ajakan smesra itu. 
***

Pesan Moral dalam Lagu Tarling Sumpah Suci

Tahu nggak lagu sumpah suci yang diciptakan Abdul Ajib? Kalo belum tahu, coba segera cari di YouTube. Baca artikelnya nanti saja. Dengerin aja dulu.

Gimana udah ketemu? Gimana lagunya? Bagi yang nggak tahu saya bisa maklumi. Lagu ini cukup lawas. Sekitar tahun 1980-an.

Bisa nangkep pesannya nggak? Syairnya lumayan bagus. Pesan moralnya juga keren. Lagu ini lumayan sempurna memotret keadaan sosial pada saat itu.

Berkisah tentang seorang gadis yang dijodohkan orangtuanya. Ia sendiri menolak. Nggak mau. Ia berani bersumpah. Lebih baik jadi prawan sunti.

Prawan sunti adalah gadis melajang seumur hidup. Si gadis dalam lagu tersebut lebih memilih bersuami pria berpendidikan, teman sekolahnya meski mlarat.

Si gadis lebih suka sekolah. Ketimbang buru-buru kawin. Ini potret fenomena pada masa itu. Anak perempuan harus segera menikah.

Apalagi jika calon laki adalah orang kaya. Orangtua pasti setuju. Demi kepastian ekonomi anaknya di masa depan.

Anaknya yang mengenyam pendidikan, memiliki pandangan yang berbeda. Harta bisa dicari. Harta warisan yang nggak dikelola dengan baik bisa habis.

Si gadis selalu mengenang betapa manis dan indahnya masa-masa sekolah. Tentang kisah kasihnya di sekolah, seperti dua sejoli burung ketilang. Hehehe.

Oh iya, jika Anda seperti si gadis dalam lagu sumpah suci? Apa yang Anda pilih? Lanjut sekolah atau menikah?
***

[Sinopsis] Crazy Rich Asians | 2018

Saya jatuh cinta dengan film ini. Pesan moralnya tinggi banget. Saya sebagai laki-laki mengakui. Penghasilan adalah ego terbesar laki-laki, patriarkis. Penghasilan suami harus lebih besar.
Poster/IMDB
Namun saat keadaan berbalik, they are playing victim. Seolah-olah perempuan sedang menandingi dirinya, lalu menyalahkan perempuan yang egois dan tidak pengertian.

Hanya fokus pada dirinya sendiri dan seakan-akan mendominasi dalam hubungan. Itu sebabnya Michael mulai mencari-cari alasan supaya egonya tidak terluka.

Selingkuh menjadi salah satu caranya. Ia salah pilih jalan. Padahal kurang apa si Astrid?

Ia tetap menjadi ibu, merawat suami, bahkan menyembunyikan perhiasannya yang super mahal hanya demi menjaga martabat suaminya.

Demen banget pada karakter perempuan yang kuat dan mandiri. Tidak memaksakan untuk tetap bertahan pada suaminya yang toxic.

Dipaksa pun tidak akan ada yang berubah. Astrid tetap akan terjebak di toxic relationship. Tapi tidak menyayangi dirinya sendiri. Its so sad.

Singkatnya, disarankan meski sudah menikah perempuan agar tetap punya penghasilan. Mengantisipasi seandainya hubungannya menjadi toxic dan abusive.

Ia bisa memilih jalan hidupnya sendiri, tanpa terpenjara dalam rumah tangga yang seperti neraka.
***

Cakra Udaksana Wiralodra dan Pageblug Korona

Kirab Pusaka Indramayu. Arsip by R. Inu Danubaya
Wabah penyakit Coronavirus Disease (COVID-19) telah masuk ke Indonesia. Per 12 April 2020, pemerintah menyatakan sudah ada 3842 orang positif. 286 orang sembuh dan 327 orang meninggal. 

Wabah penyakit yang berasal dari Wuhan di Tiongkok ini telah menyebar ke penjuru dunia, menjadikannya pandemi tanpa diketahui apa obatnya. 

Sementara itu, kemaren viral diskusi adan pitu yang berhubungan untuk mengusir pageblug. Ritual ini berdasarkan Babad Cerbon episode cerita Menjangan Wulung. 

Peristiwa pageblug bagi masyarakat Jawa dimaknai punya hubungan secara magis dengan bencana alam, wabah penyakit, paceklik dan huru-hara. Tidak hanya Cirebon yang punya adan pitu, di Indramayu juga ada common sense demikian. 

Pada tahun 2012, saya sendiri pernah bertanya kepada H. Dasuki, fungsi kirab pusaka yang diselenggarakan saban tahun menjelang hari jadi Kota Indramayu. 

Beliau menjawab khidmat bahwa ini pesan leluhur dan supranatural. Menurut beliau meyakinkan fakta setelah Pusaka Cakra dikirab, konflik horizontal tawuran antar desa hilang di Indramayu pada awal dekade tahun 2000-an. 

Pusaka Sakti Mandraguna 

Hal senada juga diceritakan oleh Raden Inu Danubaya, turun Wiralodra ke-12. Bahwa kirab pusaka juga pernah dilaksanakan pada tahun 1972. Meskipun hanya keliling wilayah kota. Tidak ke pelosok Indramayu. 

Selanjutnya, saya pun menyaksikan sendiri wong reang mengerumuni Cakra Udaksana di Desa Centigi. Macam-macam motif mereka. Diraupkan kepada anak sakit dan gadis atau jaka yang susah jodoh. 

Tidak semua pusaka dianggap bisa mengusir pageblug. Hanya pusaka tertentu yang sakti mandraguna. Bagi wong Jawa, alam punya cara menyeimbangkan tata kehidupan. Itu yang saya tangkap saat mempelajari kaum abangan, ajaran kejawen yang ada di Indramayu. 

Gangguan-gangguan bencana alam, wabah penyakit dan paceklik yang terjadi diseimbangkan oleh pancaran singkir dan perbawa pusaka yang dipercaya memiliki kekuatan magis tersebut. 

Pusaka dengan kemampuan menangkal bencana bukan hanya dimiliki kaum bangsawan saja, namun ada pula yang dimiliki tokoh masyarakat di desa. 

Keturunan Buyut Tasem di desa Tugu Kidul Kecamatan Sliyeg punya ritual khusus menurunkan hujan. Berbentuk pusaka angklung dan puja-puji do'a jawokan. Konon, angklung tersebut adalah peninggalan Ki Buyut Tasem. 

Ternyata fenomena pusaka sebagai obat pageblug tidak hanya di monopoli budaya Jawa. Di Bugis juga ada. 

Setiap pusaka yang dimiliki orang Bugis akan diberi passingkerru sumange atau tali ikatan semangat yang dibuat berdasarkan sistem pengetahuan dan kepercayaan kuno Bugis. 

Saya pribadi sih, ana ngandel kurang percaya. Saya lebih suka melihatnya sebagai fenomena budaya. Lantas, apakah Cakra Udaksana Raden Wiralodra bisa menanggulangi wabah korona?
*** 
Meneer Pangky, Pengamat Budaya Amatir.

Waterleiding Maatschappij Indramajoe - Ledeng Kota Mangga


Sebagai kota yang sudah berkembang sebelum penjajahan Belanda. Indramayu banyak memiliki gedung-gedung peninggalan kolonial. 

Dari sekian banyak gedung yang masih berdiri kokoh adalah bangunan PDAM Tirta Darma Ayu atau Waterleiding Maatschappij Indramajoe. 

Berdasarkan catatan PDAM TDA, bangunan tersebut berdiri sejak tahun 1932. Berkapasitas 20 liter/detik. Memanfaatkan sumber air baku dari Sungai Cimanuk melalui saluran irigasi Sindupraja.

Sebenarnya Belanda meniru kebiasaan penduduk Jawa yang merebus air sebelum diminum. Dalam buku Direktori Perpamsi, Sir Stamford Raffles, pada tahun 1817 mencatat kebiasaan pribumi tersebut.

Juga, konon di Indramayu, pada tahun 1900-an ada tuan tanah yang memiliki sumur yang airnya sangat jernih. Pemilik sumur tersebut memperdagangkan air sumur tersebut dengan harga 1 gulden per drum (200 liter). 

Namun, kebiasaan itu diubah setelah muncul wabah penyakit menular mulai dari disentri, tifus bahkan kolera. 

Karenanya, orang-orang Belanda tidak mau lagi minum air sungai dan sumur. Khususnya para pejabat kolonial. Ambtenaar

Para ambtenar kelas atas mendatangkan air dari Cirebon. Satu guci seharga 2 gulden. Dari mata air Cipaniis. 

Selain mahal dan juga kurang efisien jarak. Lalu dibangunlah Waterleiding Maatschappij Indramajoe. Pembangunan sarana air minum ini untuk memenuhi kebutuhan orang Belanda. 

Kota-kota yang dibangun waterleiding adalah kota-kota yang memiliki arti strategis bagi Belanda, baik dari segi politis, keamanan, maupun ekonomi seperti pertanian, pertambangan, perniagaan, perkebunan dan pelabuhan.

Pada masa itu, waterleiding bedrijf atau perusahaan air minum kotapraja menginduk ke Department van Volksgezondheid. Mirip Kementerian Kesehatan jaman sekarang.

Sebagai tambahan, dikarenakan dikelola oleh kotapraja. Waterleiding Maatschappij Indramajoe memungut tagihan air yang dipakai oleh pelanggan. 

Direktur PU Pemerintah Hindia Belanda menyepakati tarif air bersih sebagai berikut :
  • Untuk menyiram jalan, lapangan, pertamanan, pembersihan parit 0,05 gulden.
  • Untuk badan amal seperti rumah sakit dan lain-lain 0,10 gulden.
  • Untuk kantor umum dengan pemakaian minimal 10 m3 0,20 gulden.
  • Untuk pemakaian rumah tangga, kandang hewan dan menyiram halaman dengan pemakaian minimal 5 m3 per bulan 0,20 gulden.
  • Untuk hotel, restoran, dan gedung pertemuan dengan pemakaian minimal 25 m3 per bulan 0,20 gulden.
  • Untuk keperluan industri dengan pemakaian minimal 12,5 m3 per bulan 0,40 gulden.

Pilih Lanja atau Gadai Sawah?

Sebenarnya soal investasi itu, nggak melulu dimonopoli orang kota. Orang kampung juga paham dengan macam-macam investasi. Bedanya hanya satu. Jenis instrumen.

Di kampung saya, sebagian besar pendapatan yang mereka kumpulkan akan dibelikan tanah sawah. Ada macam-macam. Ada sistem lanja (sewa) dan gadai.

Kok tidak beli saja? Uangnya tidak cukup dong. Harga per hektar sawah mahal. Hahaha. Beda dengan emas, bisa ngecer.

Nah, asumsi saya sistem lanja dan gadai mirip eceran. Dengan uang puluhan juta pun sudah punya lahan garapan sawah.

Kemaren saya tanya-tanya, nilai lanja dan gadai per tahun 2020. Lanja, kisaran 2,5-3 ton gabah per bau/tahun. Gadai, kisaran 30 juta per 100 bata/2 tahun.

Oh iya, mengapa satuannya bata/bau? Di Indramayu khususnya, satuan luas sawah masih menggunakan satuan adat, belum internasional. Satu bau itu 500 bata.

Jika dikonversi ke dalam meter persegi, kisaran satu bata itu 14m2. Satu bau kisarannya 7000 m2.

Soal gadai, ini mirip deposito. Jika nggak minat garap sawah, bisa di-lanja-kan lagi. Asumsi saya, dilanja orang sebesar 3 ton/tahun. Selama dua tahun uang kembali ditambah gabah 6 ton.

Enam ton gabah, kisaran panen raya Rp. 5000/kg. Keuntungan didapat kisaran 30 juta. Kurang lebih suku bunga sistem gadai 10%/tahun. Lebih besar dari deposito, 5-7%/tahun.

Sedangkan sistem lanja. Mirip usaha bisnis. Jika gagal panen, bisa jadi malah tekor. Rumus bisnis, high risk high return. Semakin beresiko, keuntungan semakin besar.

Anggaplah musim tanam tahun depan, Anda punya uang 30 juta. 15 juta untuk lanja, sisanya untuk biaya produksi. Berdasarkan PPL Pertanian, biaya produksi per bau kisaran 8 juta/musim.
Hasil produksi gabah per bau berkisar 4-5 ton. Dalam satu tahun bisa mengantongi 40-50 juta. Keuntungan yang diperoleh 20-40%. Dengan asumsi nggak gagal panen.

Kita ini manusia biasa, hanya bisa berikhtiar dengan membuat perhitungan-perhitungan seperti di atas. Pesan moral tulisan ini, bahwa orang kampung juga melek finansial.

Terakhir, tidak ada investasi yang beresiko. Semuanya punya plus-minus. Tergantung Anda memilih jenis investasi yang mana. Semoga bermanfaat!
***

Belajar dari Masa Lalu, Konflik di Desa [Tamat]

Konflik Blok Bojong Desa Curug Kandanghaur Indramayu. Foto/Istimewa. 2017
Tragedi perlawanan “telanjang”. Pernah pula sewaktu pemuda Tugu menyerang Mekar Gading mereka dihadapi oleh kaum ibu-ibu. Sekitar tiga puluh orang ibu-ibu siap menghadapi pemuda Tugu dengan menghadang di jalan pesawahan berjejer berbaris dengan hanya mengenakan kain tanpa baju.

Kemudian pada saat pemuda Desa Tugu mendatangi masuk ke wilayah Desa Mekar Gading dan berhadapan ibu-ibu, maka serta merta ibu-ibu langsung membuka kainnya, dan mereka pun para pemuda menyerang kembali, merasa dipermalukan oleh ibu-ibu. Inisiatif penghadangan oleh ibu-ibu ini juga ada motif kiat perlawanan melumpuhkan kedigjayaan (semacam kekebalan). 

Penyelesaian konflik pada tahun 2000-2002, antar Desa Tugu dengan Desa tetangga lainnya sempat dilakukan dengan penegakan hukum (law enforcement), melalui satuan ‘buru sergap' atau dikenal buser. Hal tersebut terjadi karena ada kecenderungan kelompok pemuda tawuran menjadi kelompok penekan aparat desa.

Menjadikan aparat desa “terpaksa” menjadi pelindung pemuda, dilematis memang. Akan mengikuti kebijakan petugas keamanan atau tekanan pemuda. Pada akhirnya secara tidak disadari kuwu dan lurah (keamanan desa) menjadi bagian dari tawuran. Kuwu (inisial S) sempat menjadi buruan tim “buru sergap”, sampai kakinya kena tembak. 

Sehubungan kasus tawuran Tugu, maka penyelesaian direspon Bupati dengan berkunjung dan berdialog dengan warga Mekar Gading dan Gadingan juga dengan tokoh masyarakat Tugu, serta memberikan santunan kepada korban yang disaksikan unsur Tripika. Komentar bupati: 
“Prihatin dengan sikap emosional warganya yang hanya persoalan sepele menjadi tawuran. Lebih prihatin lagi tawuran cenderung dimanfaatkan untuk melakukan tindakan kriminal, pengrusakan, pembakaran, penjarahan serta pembunuhan. Kapan kita jadi masyarakat beradab, sulit bisa maju dan investor mana bisa masuk kalau masyarakat memiliki budaya keras. Minta bersabar dalam menghadapi persoalan.” 
Sehubungan dengan kasus konflik Desa Tugu, maka penyelesaiannya juga dilakukan pemerintah setempat dengan pendekatan sosial-ekonomi, karena diduga akar masalah adalah kesenjangan sosial ekonomi masyarakat yang ada di sekitar kilang Pertamina UP VI Balongan. 

Kebijakan yang diambil dengan cara mengikutsertakan sebagian warga menjadi buruh di kilang tersebut. Bahkan lurahnya (inisial G) yang dulu diduga sebagai pelindung kelompok pemuda tawuran, sekarang sudah menjadi pengusaha. 

Desa Tugu yang menurut aparat dianggap paling rawan tawuran juga diupayakan dengan antisipasi berupa kegiatan olahraga, yakni turnamen sepakbola. Di desa tersebut diselenggarakan kompetisi Liga Sepakbola antar blok yang diselenggarakan oleh Pembina Desa Tugu didukung Kapolsek, berlangsung selama 35 hari. (Munandar Sulaiman. Sosiohumaniora, Vol. 12, No. 2, Juli 2010 : 175– 190) 

Pertanyaan-pertanyaan siapa dalang mobilisasi massa, pelindung pemuda anarkis dan atas kepentingan apa? Porsi kritis analisis wacana model van Dijk terjawab dengan hasil penelitian M. Munandar Sulaeman, Staf Pengajar Laboratorium Sosiologi Penyuluhan Fapet, Pascasarjana FISIP Unpad. Semuanya saling terkait. 
***

Payout Pertama Gajian Google Adsense

meneerpangky.com

Sebenarnya sudah sering PO. Berhubung ada yang nanya, bagaimana rasanya menerima gaji pertama dari adsense? Terpaksa saya bagikan pengalaman membahagiakan tersebut. 

Dibanding teman pemburu dollar lain, saya terbilang telat. Saya mulai ngeblog sejak 2011. PO pertama justru saya dapat tujuh tahun setelahnya, yakni 22 Pebruari 2018. Selama tujuh tahun pendapatan ngeblog saya dari sponsor post, penulis konten situs/blog orang lain. Dari honor 5k/tulisan hingga 500k/tulisan. 

Tidak hanya itu, saya juga bisa menginap di hotel gratis, diundang acara ulang tahun BUMN dan puncaknya diajak Kementerian Pariwisata RI dalam kampanye Pesona Indonesia. 

Kok nggak serius ngurusin blog untuk adsense? Saat itu saya punya usaha kecil-kecilan. Saya punya warnet. Ngeblognya bukan cari uang, tapi cari pengalaman dan membuka jaringan. 

Waktu itu belum terlalu ngotot dengan adsense. Ada sih, keinginan untuk mendapat uang dari blog, tapi masih belum berharap banyak. Dalam perjalanan, setelah menikah tahun 2016 dan usaha warnet mulai ngos-ngosan. Pengusaha warnet banyak gulung tikar, saya mulai menyeriusi untuk dapat duit dari adsense. 

Kebutuhan keluarga juga meningkat. Istri masih kuliah di Unwir, universitas swasta di Indramayu. Saya butuh sumber pendapatan baru. Saya sempat putus asa untuk jebolin diterima adsense

Setahun kemudian diterima. Saya lompat-lompat. Ya, lompat-lompat seperti anak keciL. Saya sangat senang sekaligus terharu. Bayangkan apa yang kalian idam-idamkan akhirnya berhasil kalian dapat. Begitulah rasanya. 

Dan setahun berikutnya saya bisa PO. Gajian pertama dari adsense. Untuk kamu yang ingin memulai menjadi penulis konten, saran saya adalah konsisten. Jangan setengah-setengah. Minimal buatlah satu postingan perhari. Usahakan postingan-mu dapat menyelesaikan masalah banyak orang, bukan sekedar hal yang ingin kamu tulis. 

Saya rasa ceritanya cukup sampai di sini. Terimakasih sudah membaca. 
***

Kaos Charity untuk Anak-anak Sanggar Kedung Penjalin

meneerpangky.com
Add caption
Ayo berbuat semampunya?

Jika Anda suka berderma? Pilih menyantuni kaum papa yang usianya sudah senja atau pilih anak muda agar mereka punya skill. Kemampuan yang ia miliki akhirnya bisa mengumpani mereka?

Jawabannya bisa dua-duanya jika Anda punya berlebih harta. Bagi sebagian lebih memilih menyantuni orang yang sudah tidak bisa apa-apa. Bisa berpeluang kelaparan. Bagi lainnya lebih memilih kasih pancing, agar mereka bisa terus menerus dapat ikan. Yang terakhir, bisa juga tidak berderma, nasib kalian tidak lebih baik dari mereka.

Jawaban empat-empatnya benar semua. Kok benar semua? Maksudnya gimana? Begini gaes. Jika memilih tidak berderma, itu artinya telah menggunakan akal sehat dengan benar. Harus kuat dulu untuk menolong orang lain. Harus menyelamatkan diri dulu sebelum menyelamatkan orang lain. 

Jika memilih berderma, itu artinya Anda sudah mapan. Kaya. Sudah saatnya membantu orang lain. Tujuannya jelas, agar hartamu bermanfaat bagi orang lain. Bekal nanti di akherat kelak, bagi mereka yang meyakini adanya hari akhir. 

Jika memilih kasih ikan. Anda juga benar. Secara manfaat, itu bisa menolong mereka untuk menyambung hidup. Jika memilih kasih pancing, juga benar. Anda mengharapkan di masa depan mereka bisa hidup mandiri. Bisa mengumpani hidup mereka sendiri. 

Jawaban benar semua, sebab kebenaran itu relatif. Tidak ada keyakinan tunggal. Namun, jika Anda sedikit lebih berpikir, dampak dari keyakinan tadi akan berbeda. 

Sobat-sobat sekalian, untuk mengisi anak-anak muda punya aktivitas positif dengan berkesenian. Mari patungan dengan cara membeli kaos ini. Lengan panjang IDR 90k. Lengan pendek IDR 80k. Semoga derma Anda menjadi ladang amal penuh berkah. Amin.