Rumah Sakit Indramayu - Ziekenhuis van Indramajoe

ziekenhuis van indrmajoe
RSUD Indramayu 1925. Foto/Tropenmuseum

Keahlian dukun menyembuhkan penyakit diakui masyarakat hingga kini. Menurut data dari Almanak Nederlansch Indie pada 1850, di Jawa tercatat ada lebih dari seribu dukun, dua ratus-an sinse (tabib Tionghoa). 

Berbanding timpang dengan tenaga medis Eropa yang jumlahnya hanya puluhan. Perhatian layanan kesehatan bagi pribumi baru muncul ketika ada wabah cacar.

Wabah ini menyerang Banyumas dan menewaskan banyak kuli perkebunan. Pemerintah Kolonial Belanda lalu mendirikan Sekolah Dokter Djawa pada Oktober 1847. 

Setelah lulus, mantri-mantri ini dikirim untuk mengatasi wabah cacar. Layanan kesehatan terus ditambah, melayani juga para pekerja seks yang terkena sifilis.

Akibat layanan kesehatan semacam ini pasien pribumi banyak yang berobat ke klinik/rumah sakit. Kepercayaan pribumi pada pengobatan medis ala Eropa semakin meningkat.

Layanan konsultasi pun dibuka. Bukan sifilis dan cacar saja, namun segala penyakit yang gagal disembuhkan dukun dan tabib.

Laporan Direktur Layanan Publik pada 1877 menyebut ada 35 rumah sakit di Hindia Belanda. Rumah sakit ini menerima layanan untuk pasien pribumi. Termasuk klinik Indramayu. 

Pada awal pendiriannya, klinik pribumi di Indramayu hanya diperuntukkan untuk pekerja seks (Schoute, GTNI Volume 75 (1935) 10, 828). Lalu, diperbesar menjadi rumah sakit pada tahun 1909.

Laporan tahunan Layanan Medis Sipil tahun 1909 menyebutkan bahwa lebih dari 300 pasien telah dirawat lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dilaporkan juga bahwa pasien puas dan senang dengan layanan di rumah sakit. Penolakan terhadap layanan medis Eropa mulai berkurang.

Lantas Rumah Sakit Indramayu pun diubah menjadi rumah sakit provinsi pada tahun 1930. Mampu menampung sebanyak 70 pasien yang sebelumnya hanya 51 tempat tidur. Jumlah pasien yang berobat sebanyak 18.489 (Indisch Verslag 1930).

Indramayu merupakan sebuah kabupaten yang berpenduduk 530.000 jiwa. Di ibukota kabupaten ada 55.000 penduduk yang mana 200-an adalah orang-orang Eropa. (Gonggryp 1934, 462).

***


Akun resmi terkait informasi, pengumuman dan konten blog.

Comments


EmoticonEmoticon