Belajar Marketing Kepada SPG


Kalian para pria pasti pernah mengalami situasi ini. Ya situasi berada dalam kepungan SPG Rokok. Cantik dan seksi. Mereka sedang mencari calon pembeli rokok, terutama para pria hidung belang yang susah lihat tubuh semok aduhai sedikit. Ini dia nih, calon korban terempuk, yang akan memborong semua rokok yang dijajakannya.

Ini memang situasi sulit bagi kami para perokok. Situasi makin ruwed saat tahu bahwa merk rokok yang ditawarkan bukanlah merk rokok yang kita suka. Pilihannya cuma dua. Membeli atau menolak. Kalo jadi membeli pun, konsekuensinya rokok tersebut akan jadi barang mubazir.

Bagi pria kategori non hidung belang tentu bukan hal yang sulit. Menolak tawaran SPG nan cantik seksi itu. Mudah banget. Akan menjadi sebaliknya, menjadi masalah krusial bagi kategori pria hidung belang yang gatel. Tentu kesempatan ini tak akan dilewatkan begitu saja. Kesempatan untuk bertukar pin bb atau cuma sekedar berkenalan dengan SPG.

"Mas ... mas ganteng, rokoknya mas. Silahkan dicoba. Gratis isep mas".
“Isep apa mbak? Hahhaha”.
“Isep rokoknya dong mas, masa isep lainnya sih”.
***

SPG rokok cantik nan seksi biasanya menyapa target konsumen dengan santun. Suaranya lemah lembut dan serak-serak basah. Rambutnya hitam terurai lurus. Persis pramugari-pramugari di pesawat. Bentuk tubuhnya proporsional seperti gitar Spanyol. Apalagi jika berjalan lemah gemulai bak fotomodel.

Melihat sosok persis bidadari, temanku langsung terpesona dan terkesima. Untung saja air liurnya tak menetes. Kulihat ia banyak menelan ludah. Semakin mendekat sang SPG, semakin sering ia menelan ludah. Kalo diperhatikan, memang itu SPG lumayan juga ya. Sempurna, dari kaki hingga ujung rambut.

Memang aslinya, tak semua SPG seperti itu. Tapi, kali ini aku juga menikmati situasi di hadapanku. Seusai menyapa kami, SPG langsung menyodorkan produk rokok yang dipromosikan. Aku ambil satu, lantas kubolak-balik. Ekhem-ekhem, nggak ada yang spesial. Sangat biasa. Sama saja dengan rokok yang dijual di warung-warung dan toko-toko.

Bungkusnya sama. Bukan edisi khusus. Aku cium baunya juga sama. Sementara itu, temanku semacam kena sirep, ajian kemat rayuan manis sang SPG.

“Sebungkusnya berapa, mbak?”
“Kok nanyanya cuma sebungkus sih, satu slop dong mas, hhheeee”.

Aku cuma geleng-geleng kepala. Si SPG tak menyerah begitu saja. Ia pun mulai mengeluarkan jurus rayuan yang lebih maut lagi.

“Ayolah mas, tolong dibeli. Rp 100 ribu satu slop-nya". Matanya genit menggoda dengan senyuman sumringah.
"Ampuuuuuuuuuun, nih SPG” Batinku.

"Kebetulan sekali mbak. Temanku ini pasti mau beli rokok mbak. Dia ini bos kaos” Kataku mengalihkan pembicaraan sambil menepuk pundak temanku.

“Kirik rai meneer, hahhaha”

Mendengar jawabannya itu aku cuma tersenyum puas. Modar. Banyak gaya sih. Tadi sudah beli se-slop rokok di SPG sebelumnya. Aksi borong rokok ini bukan karena faktor kebutuhan. Motivasi utama sebenarnya hanya ingin berkenalan dengan SPG seksi tersebut. Kalo cuma satu SPG sih nggak masalah. Tapi kalau ada tiga sampai empat SPG yang datang bagaimana? Bisa-bisa uang Rp 1 juta di dompet langsung lenyap tak bersisa.

Kalo aku sih mending ditabung untuk menambah ongkos nikah. Hahhahaha. Tapi namanya orang, punya selera beda. Itu hal yang wajar. Dan sepertinya uang Rp 100 ribu yang di dompet temanku bakalan pindah majikan ke tangan SPG. Wkkwkwkwkkw.

"Ayolah mas. Dibeli rokoknya. Ini tinggal 1 slop. 100 ribu saja lah. Nanti saya kasih pin bb saya. Spesial untuk mas"

Pin BB. Temanku senang bukan kepalang. Gimana nggak senang? Ini SPG yang ada dihadapannya cantik bak bidadari. Keseksiannya nggak kalah sama Aura Kasih atau Dewi Persik. Kalau soal wajah, Desi Ratnasari mah lewat pokoknya.

Ditengah pergulatan batin temanku itu, antara membeli atau menolak. Aku jadi berpikir, wah trik marketing si SPG boleh ditiru. Keren juga itu jurus marketing. Melihat kegelian dihadapanku, aku jadi gatel ingin kencing. Sambil ijin permisi. Aku bisik-bisik ke temanku.

“Kalo sudah dapet pin bb-nya bagi-bagi ya. Hahhaha”.
***
Sumber gambar :
https://arrahmanamin.files.wordpress.com/2013/07/spg-pake.jpg

Akun resmi terkait informasi, pengumuman dan konten blog.

Comments


EmoticonEmoticon