Tjerita Indramajoe Doeloe #3

Penjual mangga di Losarang. Credit to National Archief  Dutch, 1947.
Apatah Toean en Njonja dapet bajangken begimana woedjoed-nja djalanan pantoera pada tempo doeloe? Ada banjak pendjoeal-pendjoeal jang mendjadjakan dagangannja. Djalanan jang sedjak doeloe siboek.

Ada jang berdiri di tepi djalan, namoen ada poela jang mangkal boeat warung. Saban datang boes mereka itoe pendjoeal naik di atas boes en menawarkan banjak macam djadjanan, oetamanja boeah mangga.

Tepatnja sekitar tahoen 1947-an atau 69 tahoen laloe. Sulit dipertjaja djalan jang ketika itoe soenyi senyap, dipenoehi pepohonan rimboen di kiri kanan en beloem diaspal itoe adalah Djalan di Losarang.
Sedjak masa Inggris (1808-1811), Raffles membangoen post weg, djalan raja. Djalan Losarang mendjadi ramai dilewati oleh angkoetan kendaraan wilajah sekitar Indramajoe.
***

Akun resmi terkait informasi, pengumuman dan konten blog.

Comments


EmoticonEmoticon