Perspektif Istri Ideal dalam Budaya Dermayon

Prengat-prengut. Foto/dailymail.co.uk
Entah ini dilatarbelakangi oleh fenomena sosial pada saat itu. Atau apa? Saya lebih melihatnya sebagai gagasan kritik sosial yang mau diungkapkan ke publik terkait banyaknya problematika sosial rumah tangga di Indramayu.

Saya kira hingga sekarang kritik sosial ini masih relevan. Figur peran seorang istri sudah bergeser. Penyebabnya banyak. Tingkat pendidikan yang merata untuk semua gender, mengakibatkan laki dan perempuan pendapatan mereka imbang. Hingga hasil pengalaman mereka di luar negeri sebagai TKW. 

Yoyo Suwaryo melalui lagunya berusaha mempertahankan nilai-nilai rumah tangga yang ada di wilayah kultur Cerbon-Dermayon. Yakni, nilai-nilai patriarki yang mengambil ruh inti ajaran Islam. 

Menurut lagu 'istri apa polisi' sosok istri ideal itu berbakti kepada suami, sabar, nrima, beriman, dan tentunya menghargai suami sepenuh hati. Persoalan istri ideal itu kontradiksi dengan fenomena sosial yang bergeser di masyarakat. 

Seorang suami bukan lagi penanggung jawab nafkah. Banyak istri-istri yang mengambil peran suami. Ia menjadi pencari nafkah di luar negeri. Tulang punggung keluarga.

Konflik inilah yang menyebabkan banyaknya perceraian di Indramayu. Ada dua nilai yang saling berseberangan. Jika tidak bisa kompromi, peluang berpisah makin menganga. Pergeseran nilai-nilai seperti ini di masyarakat berjalan alami sesuai jaman. 

Saya melihat itulah kekuatan lagu-lagu tarling hingga masih diterima di masyarakat. Ada yang mau menambahkan lagu-lagu tarling apa saja yang punya pesan dan kritik yang kuat?
***

Akun resmi terkait informasi, pengumuman dan konten blog.

Comments


EmoticonEmoticon