Ridha Suami, Surga bagi Istri

media.abatasa.com

Dalam islam posisi suami adalah kepala keluarga, bertanggung jawab soal lahir dan bathin. Membimbing dan menafkahi istri dan anak-anaknya. Karena demikian besarnya tanggung jawab suami, maka pantaslah ridha suami adalah surga bagi istri. Jika suami sudah ridha pintu-pintu sakienah, mawaddah, warahmah terbuka selebar-lebarnya. Berikut beberapa alasan yang mendasarinya :

  1. Suami dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintai istrinya yang bahkan belum tentu mencintainya seumur hidupmu, bahkan sering kala rasa cintanya padamu lebih besar daripada cinta kepada ibunya sendiri.
  2. Suami dibesarkan sebagai lelaki, kebutuhannya dicukupi oleh orangtuanya hingga dia beranjak dewasa. Namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad menanggung nafkah istrinya, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim dan darah seperti orangtuanya.
  3. Suami ridha menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anaknya dan istri. Padahal dia tahu, di sisi Allah, engkau lebih harus di hormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun merasa iri, disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi Allah.
  4. Suami berusaha menutupi masalahnya didepan istri dan berusaha menyelesaikannya sendiri. Sedangkan istrinya terbiasa mengadukan masalahnya pada suami dengan harapan suami mampu memberi solusi. Padahal bisa saja disaat istri mengadu itu, suami sedang memiliki masalah yang lebih besar. Namun demikian, tetap saja masalah istrinya jauh lebih diutamakan dibandingkan masalah yang dihadapinya.
  5. Suami berusaha memahami bahasa diam istri, bahasa tangisanmu sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja. Itupun bila suami telah mengulanginya berkali-kali.
  6. Bila engkau melakukan maksiat, maka dia akan ikut terseret ke neraka karena dia ikut bertanggung jawab akan maksiat istrinya. Namun bila dia bermaksiat, seorang istri tidak akan pernah di tuntut dijebloskan ke neraka karena apa yang dilakukan oleh istri adalah hal-hal yang harus dipertanggung jawabkannya sendiri. 

Akun resmi terkait informasi, pengumuman dan konten blog.

Comments


EmoticonEmoticon