Endang Dharma - Telik Sandi dan Ahli Pertanian

Lukisan Imajiner, Nyi Endang Dharma. Karya Karnata.

Endang Darma dikenal masyarakat Indramayu sebagai perempuan yang namanya dicatut sebagai nama daerah. Konon dari namanya itu kemudian menjadi Dharma Ayu, kemudian menjadi Dharmayu, Dermayu, lidah orang Belanda menyebutnya in-Dermayu, dan akhirnya menjadi Indramayu.

Hingga kini masyarakat dan Pemerintah Daerah Indramayu memberikan apresiasi yang tinggi. Terbukti penghargaan kepada sosoknya diabadikan pada beberapa nama gedung, seperti GOR Dharma Ayu dan Apotik Darma Ayu milik Pemkab Indramayu.

Kelompok masyrakat juga tak kalah, misalnya Aula Nyi Endang Darma Ayu di lingkungan Universitas Wiralodra. Grup Seni Tarling Endang Dharma, milik pesinden Nyi Dadang Darniyah. Juga, nama sebuah sekolah kejuruan, SMK Endang Dharma Ayu.

Ketokohannya disebut dalam historiografi naskah kuno, Babad Dermayu, sebagai sosok yang penuh dengan nuansa militer, perang, dan keperkasaan.

Sebuah deskripsi yang menempatkan Endang Dharma sebagai sosok yang lebih mirip Cut Nyak Dien, pahlawan perang dari Aceh. Bukan seperti sosok Kartini atau Dewi Sartika, yang lekat sebagai pemikir sekaligus pejuang pendidikan.

Meski banyak versi yang menceritakan kisah-kisahnya, dari mana asalnya? Siapa sebenarnya? Hingga kisah perseteruannya dengan Pangeran Selawe. Dan, apa kepentingannya sampai harus membunuh Pangeran Selawe?

Dan juga pertanyaan lainnya, siapa Pangeran Selawe atau Pangeran Guru? Mengapa sampai perlu memburu Nyi Endang Dharma? Selanjutnya, mengapa juga Nyi Endang Dharma harus memendam rasa cintanya kepada Raden Arya Wiralodra? 

Bahkan setelah kekalahan ia bertarung dengan Raden Arya Wiralodra, ia tetap memilih “gebur” di Bengawan Cimanuk daripada menjadi permaisuri sang raden.

Memang ada pendapat yang memaknai, bahwa penyatuan raga dengan Bengawan Cimanuk ini sebagai bahasa kiasan agar perkawinannya dengan Raden Wiralodra tidak diketahui oleh masyarakat dan dbiarkan menjadi sejarah peteng.

Telik Sandi dari Demak Bintara
Salah satu dari catatan yang diketahui, Nyi Endang Dharma konon sosok perempuan sakti mandraguna. Ia adalah telik sandi yang dikirim oleh Demak Bintara untuk mengetahui sejauh mana Raden Arya Wiralodra menjalankan tugasnya. 

Tugas yang diemban Raden Arya Wiralodra adalah merebut Pelabuhan Cimanuk dari tangan Padjajaran.

Tentu menarik sekali mendiskusikan tema-tema ini, karena memang minimnya sumber yang ada baik lisan maupun tulisan. Lebih lanjut tentang Pangeran Guru, benarkah ia dari Palembang? Apa yang diinginkannya? Ataukah ia tokoh utusan dari Padjajaran? 

Benarkah ada hubungannya dengan Arya Damar di Palembang? Semua pertanyaan diatas hingga kini masih menjadi perdebatan dan selalu menarik untuk didiskusikan.
Tokoh Wayang Golek Nyi Endang Dharma Koleksi Ki Warsad, Sanggar Jaka Baru Gadingan. Sumber : Meneer Panqi, 2012.
Bicara Nyi Endang Dharma, bahkan ada yang mengaitkannya dengan keberadaan tokoh Nyi Mas Ratu Junti dan Nyi Mas Gandasari. Tokoh wanita yang cantik dan sarat dengan keilmuan yang mumpuni. Ilmu agama, pengetahuan, kanuragan, dan pertanian.

Pejuang yang Ahli Pertanian
Menurut Filolog Nurhata, Nyi Endang Dharma ini ahli pertanian. Setelah kedatangannya ke lembah Bengawan Cimanuk ia membangun dan mengenalkan teknologi pertanian baru kepada penduduk.

Di sekitar Padukuhan Cimanuk. Ia mulai menanam komoditas pertanian. Dari padi, gandum, ubi-ubian dan sayur-sayuran.

(1)        puspahita / miwa ki pulaha kyahi / cakep hagawegelaran / / margi hageng lurung neki / pinetha kadi negari /tempat penjagiyan gardu /saban lurung penjagiyan/tiyang haliwat senengngati / saban dinten tiyang dugi dame(5)        l wesma / # / nunten hana tiyang prapta / hayune hang leliwati / hindhang darma hingkang nama / lir masih kenya sang puttridenniring pawongngan kalih / manggul gandum kali pacul /tani tani kang pawongngan / hanjugjug wesma ki tinggil /pan kepanggih ki tinggil ngaturri lenggan / # / ki tinggil ha(10)      ris wecana / hamit palamarta habdi / hing sema kang nembe prapta / punapa seja puniki / lan sinten hingkang wewangi / hasal sing pundi den nayu / nyi hindhang matur wecana / dhuh paman tambet hing habdi / hindhang darma hasal singngumbaran kula / # /(14)      badhe dherek pan kahula / tumut damel wesma ngriki/

Dalam petikan Babad Dermayu diatas diketahui bahwa Padukuhan Cimanuk mulai ramai didatangi. Diantaranya, seorang perempuan cantik dengan dua pembantunya. 

Pendatang ini membawa bibit-bibit yang sangat dibutuhkan oleh rakyat, seperti padi, jagung, pepaya dan sayur-sayuran. Perempuan ini meminta ijin kepada Ki Tinggil—Kepala Padukuhan Cimanuk—untuk  menjadi warganya. 

Kemudian, dikarenakan memiliki kemampuan sebagai ahli pertanian yang sangat dibutuhkan untuk ketersediaan pangan di Padukuhan yang dipimpinnya ini, Ki Tinggil pun memberikan ijin.

Keteladanan Nyi Endang Dharma
Dibalik keberaniannya, seorang Endang Dharma juga ilmuwan hebat. Belum tentu, sarjana-sarjana pertanian pada saat ini mau terjun langsung di tengah-tengah masyarakat.

Menularkan ilmunya yang didapat di bangku kuliah. Kenyataan yang ada malah kebalikannya, sarjana pertanian sekarang kebanyakan kerjanya di bank atau leasing, lucu kan? Ilmunya jadi mubadzir.

Ketokohan Nyi Endang Dharma memang tidak hanya cukup diabadikan dalam bentuk pencantuman nama untuk tempat, jalan, atau gedung. Perempuan-perempuan Indramayu sudah seharusnya banyak belajar dan meneladani perilaku Nyi Endang Dharma.

Kisah-kisah heroik Nyi Endang Dharma diatas, bisa dijadikan inspirasi. Bukan hanya berani kepada suami atau berani kepada laki-laki. Tapi berani menegakkan kebenaran dan hidup mandiri. Membagi ilmu-ilmunya sebagai sumber inspirasi bagi yang lain.

Jangan heran jika sampai saat ini ribuan wanita Indramayu banyak yang berhasil dalam meningkatkan kesejahteraannya. Semua berkat kegigihan dalam berjuang serta kemandirian. Keyakinan akan kemampuan dirinya sendiri.

Misalnya, Iis Dahlia yang berhasil menjadi penyanyi dangdut papan atas. Juga ratusan penyanyi dan sinden terkenal lainnya, seperti Nyi Dadang Darniah, Nyi Dariyah, Nyi Sidem, Nyi Wangi, Nyi Dunyawati.

Juga jumlahnya yang mencapai ratusan ribu, mereka berjuang dan berusaha. Dari yang berprofesi sebagai biduan artis lokal sampai dengan yang nyanyi karaoke di bus-bus dan rumah-rumah. 

Hingga yang me-langlang buana di luar negri, dari Timur Tengah hingga Asia Pasifik. Perempuan Indramayu menurut Kang Dibyo, budayawan   Indramayu, memiliki nilai positif yang tidak dimiliki oleh perempuan dari daerah lain. 

Tak pelak membuat banyak perempuan pejuang dari daerah lain merasa iri. Jadi, tak usah heran jika perempuan Indramayu di-underestimate-kan sebagai perempuan nakal.

Ini sebuah cibiran atas kekalahan mereka menyaingi kepiawaian perempuan Indramayu. Meski sederhana perempuan Indramayu bisa disulap menjadi perempuan tangguh dan luar biasa. Sebagaimana leluhurnya yang hebat, Nyi Endang Dharma.

Semoga kisah ketokohan Nyi Endang Dharma dapat diambil pelajaran. Terutama nilai-nilai edukasinya yang bermanfaat dan dapat ditularkan menjadi obor semangat dan inspirasi bagi putra-putri daerah.

Minimalnya, mereka sayang kepada ibunya sendiri, sayang pada ibu-ibu di lingkungannya. Sayang pada sosok ibu yang memberi teladan baik di sekolah, di madrasah, di desa, dan seterusnya.

Kasih sayang ibu menjadi modal bagi generasi kita menyayangi ibu pertiwi. Menyayangi nilai-nilai juang dari ketokohan ibu, utamanya Nyi Endang Dharma, Ibu orang Indramayu.
***
Meneer Pangky
Pengamat Budaya Amatir

Akun resmi terkait informasi, pengumuman dan konten blog.

Comments


EmoticonEmoticon