Logo, Merk & Branding

Ngomongin soal “markpreneurship” kita sering salah memahami apa itu logo, merk dan branding. Ketiga hal tersebut dianggap sama, padahal berbeda. Untuk lebih jelas, kira-kira aku sederhanakan seperti ini.

Perumpamaan antara "logo", "merk", dan "branding"? Logo itu wajah kita, merk itu nama kita, sedangkan branding itu kepribadian kita. Sifat, watak, dan keunikan diri.

Logo tanpa merk cuma pajangan, merk tanpa logo cuma khayalan. Karenanya branding hadir untuk mengemasnya menjadi sebuah aset bagi perusahaan. Ketiganya adalah investasi jangka panjang.

Ketika pesaing kita sibuk mengekor, disitulah nilai tambah yang tidak bisa ditiru. Perusahaan kita sudah berlayar duluan! Tak akan bisa mengejar kita.

Merk
Nama merupakan doa, demikian juga merk. Sebab di sana tersimpan harapan, cita-cita, tujuan, dan beragam nilai positif yang ingin diwujudkan. Beragam nilai positif itulah yang kemudian disederhanakan dalam bentuk visual menjadi logo dan merk.

Bahasa gampangnya logo itu tak ubahnya do’a atau harapan yang digambarkan. Tidak hanya sekedar diucap dan ditulis. Do’a dan harapan yang telah digambarkan tadi dalam sebuah logo dan merk tersebut, haruslah dibuktikan.

Misalnya, merk kita menggambarkan “kelezatan”, maka produk kuliner kita juga harus lezat saat disantap. Jika merk kita menyatakan “kenyamanan”, maka kaos produksi kita memang nyaman digunakan. Kenapa?

Karena merk merupakan nama baik yang harus dijaga reputasinya. Jika orang saja dipercaya karena ucapan dan perbuatan yang istiqomah. Maka demikian pula dengan sebuah merk. Reputasi merk akan baik jika pesan yang dikomunikasikan, secara konsisten terbukti benar. Merk tidak sekedar keuntungan sesaat, tapi merupakan investasi jangka panjang.

Branding
Aktivitas merk dan logo, itulah yang disebut branding. Bentuknya, bisa berupa komunikasi konvensional seperti iklan. Maupun aktivitas yang melibatkan calon pelanggan, seperti interaksi di media sosial dan event. Beberapa branding bahkan menghadirkan kejutan agar dikenang pelanggan.

Memberi hadiah pada pelanggan yang berulang tahun, bisa jadi kejutan yang menyenangkan. Jika pengalaman ini menjadi cerita baik tentang merk kita, maka investasi merk telah bekerja. Dan kita tinggal memanen hasilnya. Bisa berupa pelanggan baru. Atau kesetiaan pelanggan lama pada merk kita.

Ada beragam strategi branding sederhana yang bisa kita kelola dengan dampak luar biasa. Syaratnya, hanya satu “kreatif”. Ya kreatif menentukan kebijakan yang sesuai dengan pelanggan dan merk kita. Dan tentu saja, terintegrasi dengan beragam kebijakan branding kita lainnya.
***
Meneer Panqi
Founder Markpreneur

Akun resmi terkait informasi, pengumuman dan konten blog.

Comments


EmoticonEmoticon