Serapan Bahasa Asing Ke Dialek Jawa Dermayu [2]

Setelah kemaren kita bersambung membahas serapan bahasa asing ke dalam dialek Dermayu, kini janji itu kutepati. Berikut ini beberapa kosakata yang aku temukan dalam Jawa Dermayu.

16. Puasa berasal dari Basa Kawi, ‘upavasa’. Basa Kawi ini Bahasa Sanskerta rasa jawi. Mengapa hal ini bisa? Puasa itu dikenal juga dalam ajaran agama Hindu. Kata puasa ini digunakan juga dibeberapa negara Asia Tenggara, misalnya Malaysia.

17. Dacin berasal dari Bahasa Hokkian, ‘da cing’. Pengertiannya adalah timbangan. Di Indramayu dacin bentuknya macam-macam. Ada dacin ndodok, bebek, dan gantung.

18. Tahu berasal dari Bahasa Hokkian, ‘tau hu’. Pengertiannya sejenis makanan yang dibuat dari kedelai.

19. Teko berasal dari Bahasa Hokkian, ‘teh ko’. Yaitu semacam tempat minum. Sebutan lainnya adalah poci atau penimbal.

20. Pengki berasal dari Bahasa Hokkian, ‘pung ki’. Yaitu alat untuk kebersihan, mengangkut tanah dan lainnya.

21. Pangken berasal dari Bahasa Hokkian, ‘pang keng’. Yaitu menyebut tempat tidur berpanggung. Ada yang memahami sebagai tempat tidur. Sinonim dari ranjang/amben.

22. Tim berasal dari Bahasa Hokkian, ‘tim’. Pengertiannya adalah memasak, “ngetim” dimaknakan sama dengan “nyayur”.  ‘Tim’ juga dimaknai dengan sayur opor.

23. Pacul berasal dari Bahasa Hokkian, ‘pah cul’. Yakni untuk menyebut cangkul.

24. Langseng berasal dari Bahasa Hokkian, ‘lang seng’. Yakni untuk menyebut tempat memasak nasi yang besar. Jika yang kecil disebut ‘dangdang’.

25. Sosi berasal dari Bahasa Hokkian, ‘so sie’. Yaitu sebutan untuk kunci. Sinoimnya adalah ‘konci’.

26. Galeng berasal dari Bahasa Hokkian, ‘ga leng’. Yaitu sebutan untuk pematang sawah. Pematang besar disebut ‘dampyang’, pematang kecil disebut ‘galeng’.

27. Bangseng berasal dari Bahasa Hokkian, ‘bang seng’. Untuk menyebut bau. Sinonimnya adalah bacin atau banger. Namun, bangseng hanya khusus untuk anyir atau amis-amisan.

28. Weluku berasal dari Bahasa Hokkian, ‘wa lu ku’. Pengertiannya adalah untuk untuk membajak tanah.

29. Peso berasal dari Bahasa Hokkian, ‘bi shou’. Pengertiannya sejenis pisau tajam yang digunakan untuk perang/berkelahi, bukan pisau dapur. Pisau dapur disebutnya lading.


30. Kecap berasal dari Bahasa Hokkian, ‘keh jup’. Yakni sebuah bumbu dapur yang dihasilkan dari kedelai. 
***

Akun resmi terkait informasi, pengumuman dan konten blog.

Comments


EmoticonEmoticon