Demokrasi Desa, Pilwu di Indramayu

Suasana tegang, panas, dan mencekam sempat mewarnai proses Pemilihan Kuwu (Pilwu) di beberapa desa di wilayah Kabupaten Indramayu. Tak dapat dipungkiri, jabatan Kuwu memang cukup strategis.

Selain menjanjikan naiknya status sosial ekonomi, seorang Kuwu juga memegang posisi kunci dalam “menghitamputihkan” corak dan warna dinamika desa yang dipimpinnya. Ia menjadi figur yang dianggap masyarakat memiliki kelebihan tersendiri, dihormati, disegani, dan acapkali dijadikan sebagai sumber informasi bagi warga desanya.

Para pendukung masing-masing calon menjelang hari-H pelaksanaan Pilwu sibuk menarik simpati massa dengan berbagai macam cara. Yang jelas, masing-masing kubu merasa calonnya-lah yang paling pantas menjadi Kuwu.

Tidak jarang terjadi, upaya masing-masing kubu untuk menarik simpati massa menimbulkan situasi panas dan tegang. Ada semacam keharusan bahwa calonnya harus keluar sebagai pemenang.

Cara yang ditempuhnya pun bervariasi. Ada yang mengobral janji, memanjakan calon pemilih dengan pesta, atau membeli suara calon pemilih dengan sejumlah uang. Seperti yang terlihat dalam pawai kampanye calon kuwu di Desa Tugu Kec. Sliyeg Kab. Indramayu pada pilwu 2014 ini.
*** 

Akun resmi terkait informasi, pengumuman dan konten blog.

Comments


EmoticonEmoticon