Ide Bisnis - Dagang Ikan Asin


Ikan Asin. Foto/Tutty Triana
Anda pasti berpikir model bisnis ini sudah ketinggalan jaman, tidak keren, dan lain penghakiman yang tidak berdasar. Saya bisa menyodorkan fakta yang bisa mengubah cara pandang Anda terkait peluang bisnis ini. 

Apabila Anda menganggap dagang ikan asin tidak akan membuat Anda mapan? Sudahi baca sampai di sini. Jika Anda butuh ide-ide segar bisnis, tak ada kerugian membacanya hingga tuntas. Jika setelah baca cocok dengan ide ini. Anda bisa mengeksekusinya. 

Komoditas Dibutuhkan 
Ikan asin adalah komoditas legend, semua kalangan banyak yang suka. Sebagai lauk-pauk, ikan asin akan tetap dibutuhkan oleh siapapun. Lidah orang seleranya berbeda. Bagi pecinta telor, mereka tentu akan menyetok. Demikian juga dengan ikan asin. Orang yang suka ikan asin, sampai perlu menyimpan stok agar tiap kali butuh tinggal memasak. 

Bagi kalangan yang educated, yang pilih-pilih dengan makanannya. Malah lebih tertarik untuk menjadikan ikan asin sebagai menu andalannya. Dikutip dari klikdokter.com, ikan asin memiliki nutrisi yang tinggi. Mengandung protein, vitamin, mineral dan asam lemak omega 3. Sedangkan menurut American Journal of Clinical Nutrition, kebutuhan mengonsumsi ikan itu sebanyak 1-2 per minggu.

Ini artinya apa? Peluang bisnis ini terbuka lebar.

Cerita Sukses 
Persaksian ini, awas ya bukan endorsement. Murni untuk menguatkan tekad Anda yang sedang kehabisan ide bisnis, sedang minim modal dan untuk mereka yang benar-benar serius menyukai dunia wirausaha. Bukan untuk spekulan yang menjadikan bisnis mirip arena judi, untung-untungan. Bukan pula untuk investor yang tahu untung, tidak mau berproses dan ungkang-ungkang kaki. 

Saya punya paman, ia pedagang ikan asin. Dari saya kecil hingga umur kepala tiga, ia mengumpani keluarganya hanya dengan berdagang ikan asin. Pelanggannya adalah wong gunung. Kami yang dekat dengan laut, Indramayu, punya surplus komoditas ikan. Sedang Majalengka dan Kuningan, komoditas ikan harus impor dari Indramayu. 

Menurut paman, bukan hanya dirinya seorang yang jualan ikan asin. Orangtua dan tetangganya juga banyak yang jualan. Saya pun mengamini apa yang diceritakan paman. Tetangga saya, bapaknya teman. Dulu juga pedagang ikan asin. Menginjak umurnya sudah tua, sekarang pensiun. 

Selain umur, faktor lainnya adalah moda transpotasi dan teknologi. Harga ikan tidak bisa seenaknya sendiri, pelanggan bisa tahu harga ikan terkini. Pesaing juga sudah menggunakan mobil, menyebabkan harga pokok lebih murah. Ia menyerah dengan medan persaingan seperti itu. 

Cerita ini artinya apa? Ikan asin tetap komoditas unggulan yang dibutuhkan. Namun, perlu strategi dagang yang canggih agar tidak tergilas jaman. 

Berapa Modal Yang Disiapkan? 
Besaran modal tergantung kantong Anda. Bisa sedikit bisa banyak. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, jika Anda mencoba peruntungan di bisnis ini. 

  • Siapkan wadah ikan asin, bila perlu belilah kulkas khusus ikan asin. Alat ini berfungsi untuk membuat ikan asin tidak busuk dan tidak turun bobotnya.
  • Bisa jualan di pasar tradisional atau berkeliling kampung-kampung.
  • Belilah kulakan, jangan timbang per kilo. Jatuhnya lebih mahal.

Cara Menentukan Harga Jual 
Menurut paman, ada dua cara menjual ikan asin. Pertama, harga jual grosir dengan kiloan. Kedua, harga jual retail dengan diecer baik per ons, prapatan atau bijian. Acuan untung yang diambil untuk grosir bisa 10-30%. Sedang untuk ecer, bisa 20-50% dari harga pokok produksi.
*** 

Akun resmi terkait informasi, pengumuman dan konten blog.

Comments


EmoticonEmoticon