Pesan Moral dalam Lagu Tarling Sumpah Suci

Tahu nggak lagu sumpah suci yang diciptakan Abdul Ajib? Kalo belum tahu, coba segera cari di YouTube. Baca artikelnya nanti saja. Dengerin aja dulu.

Gimana udah ketemu? Gimana lagunya? Bagi yang nggak tahu saya bisa maklumi. Lagu ini cukup lawas. Sekitar tahun 1980-an.

Bisa nangkep pesannya nggak? Syairnya lumayan bagus. Pesan moralnya juga keren. Lagu ini lumayan sempurna memotret keadaan sosial pada saat itu.

Berkisah tentang seorang gadis yang dijodohkan orangtuanya. Ia sendiri menolak. Nggak mau. Ia berani bersumpah. Lebih baik jadi prawan sunti.

Prawan sunti adalah gadis melajang seumur hidup. Si gadis dalam lagu tersebut lebih memilih bersuami pria berpendidikan, teman sekolahnya meski mlarat.

Si gadis lebih suka sekolah. Ketimbang buru-buru kawin. Ini potret fenomena pada masa itu. Anak perempuan harus segera menikah.

Apalagi jika calon laki adalah orang kaya. Orangtua pasti setuju. Demi kepastian ekonomi anaknya di masa depan.

Anaknya yang mengenyam pendidikan, memiliki pandangan yang berbeda. Harta bisa dicari. Harta warisan yang nggak dikelola dengan baik bisa habis.

Si gadis selalu mengenang betapa manis dan indahnya masa-masa sekolah. Tentang kisah kasihnya di sekolah, seperti dua sejoli burung ketilang. Hehehe.

Oh iya, jika Anda seperti si gadis dalam lagu sumpah suci? Apa yang Anda pilih? Lanjut sekolah atau menikah?
***

Akun resmi terkait informasi, pengumuman dan konten blog.

Comments


EmoticonEmoticon