Redenominasi Duit Rupiah


Sebenarnya mata uang kita, rupiah, mengenal juga sebutan sen, ketip, talen, se rupiah, dan se ringgit. Tapi, itu dulu-dulu sekali. Saya sendiri tidak mengenalnya, itu juga dari cerita-cerita Bapak dan Nenek.

Generasi sekarang tidak mengenal satuan uang tersebut. Karena memang tidak pernah diajarkan di sekolah. Katanya, sewaktu Bapak saya masih kecil, uang kertas tertinggi adalah se ringgit (dua setengah rupiah), yang lainnya adalah pecahan satu rupiah, ketip, talen, dan terendah sen.

Ngomongin soal yang satu ini, inget wacana redenominasi mata uang rupiah sejak 2010. Tahun kemaren, 2014, pemerintah berencana merealisasikan kebijakan tersebut. Tapi, hingga sekarang saya menanti, kebijakan redenominasi, kabarnya entah hilang dimana? Jadi atau tak tak jadi digulirkan.



Jika memang kebijakan redenominasi digulirkan, seharusnya seluruh pecahan uang tersebut seperti diceritakan diatas, diberlakukan dan dicetak kembali juga, sehingga tidak ada pembulatan ke atas.

Misalnya harga Rp. 9.50,- menjadi 9 ketip 50 sen, (Maaf jika salah menghitung konversinya, seingat saya dari cerita Bapak, 1 ketip = 1 rupiah = 1000 sen).

Rasanya memang sangat ribet, karena kita sudah terbiasa dengan pecahan besar. Hitung-hitungan sen harus belajar lagi. Dan ini perlu waktu sosialisasi cukup lama, tidak semudah menggulirkan wacana.

Memang seharusnya Pemerintah konsentrasi terlebih dahulu pada pengendalian harga dan inflasi yang terus menggila. Bukan menggulirkan pada hal baru yang bikin pusing masyarkaat. Sekedar wacana sih oke saja.
***
Sumber gambar :
https://urbocharge.files.wordpress.com/…/redenominasi-rupia…
https://kzhin.files.wordpress.com/2013/04/redenominasi1.jpg

Akun resmi terkait informasi, pengumuman dan konten blog.

Comments


EmoticonEmoticon