5 Pantai Terindah di Indramayu

Jika melintasi Pantura Jawa Barat apa salahnya mampir ke Indramayu? Meski belum dikelola secara terpadu destinasi wisata pantainya tapi patut dipertimbangkan untuk dikunjungi.

Panorama pantainya tak kalah memukau dengan pantai-pantai terkenal lainnya. Pesonanya yang alami malah menjadi daya tarik tersendiri karena belum tersentuh modernitas.

Destinasi wisata pantai adalah salah satu tujuan favorit pada kalangan penikmat perjalanan, baik domestik maupun mancanegara. Apa sebabnya? Di pantai, kita bisa melakukan kegiatan yang menyenangkan. Lebih-lebih sebagai tempat mencari kedamaian dan inspirasi.

Apalagi jika kita punya hobi fotografi, kawasan pantai adalah tempat yang bagus untuk diambil gambarnya. Banyak momen-momen alam yang bisa diabadikan. Misalnya, yang paling gampang mengambil foto pasir pantai, laut berombak dan langit berawan.

Ini adalah kombinasi standar foto di pantai. Selanjutnya bisa diikutkan juga, batu karang, dermaga panjang, kayu tua mati atau pohon kelapa. Jika mau lebih eksplorasi, bisa juga mengambil gambar yang bercerita. Misalnya momen, ombak menggetarkan, ombak kapas, perahu dan matahari, burung camar dan laut, nelayan melempar pancing, jala, atau jaring, dan jejak pasir yang terhapus ombak.

Beberapa pantai di Jawa Barat, sebut saja misalnya Pantai Pangandaran dan Pantai Pelabuhan Ratu, sudah terlalu populer sebagai wisata pantai unggulan di Jawa Barat. Kalo berkunjung ke sana ya tak masalah sih.

Tapi, coba pikir? Kalo kalian mampir di pantai-pantai Indramayu. Kan keren, sebab belum jadi wisata favorit. Belum banyak yang mengekspos. Kalian akan menjadi pionir bukan pengekor. Sungguh hebat bukan?

Berikut ini pantai-pantai yang patut dikunjungi di Indramayu. Masing-masing pantai tersebut memiliki keunikan-keunikan tersendiri.

1. Pantai Tirtamaya
Pantai yang pernah dinobatkan sebagai pantai terbaik di Indramayu ini terletak di Kecamatan Juntinyuat, tepatnya di Desa Juntinyuat. Berjarak ± 25 km dari Indramayu kota.
Pintu Masuk Wisata Pantai Tirtamaya. Foto/Tresna
Sebagai pantai terbaik di Kabupaten Indramayu, Pantai Tirtamaya memiliki banyak keistimewaan, misalnya keindahan sunrise dan sunset. Pantai ini terbilang cukup landai dengan jeda waktu pasang dan surut yang relatif lama sehingga memungkinkan Anda untuk berenang dengan aman.
Pemandangan Sunset di Pantai Tirtamaya. Foto/Disparbud Jabar
Akses ke lokasi wisata juga sangat mudah karena dekat dengan jalan raya Indramayu-Cirebon. Dari jalan raya ke lokasi hanya berjarak sekitar 50m.

Banyak event menarik di Pantai Tirtamaya, seperti nadran (pesta laut) dan konser musik (tarling, dangdut, reggae, dan lainnya). Pantai ini juga sebagai terminal dermaga ke Pulau Biawak bagi yang menggunakan kapal boat.
KM Wiralodra, kapal boat ke Pulau Biawak. Foto/Fernandes
2. Pantai Balongan Indah
Pantai ini letaknya tak jauh dari Pantai Tirtamaya, berjarak sekitar 10 km. Tepatnya di desa Balongan Kecamatan Balongan. Seperti halnya Pantai Tirtamaya, Pantai Balongan Indah cukup landai dan memiliki ombak yang tenang. Masyarakat Indramayu lebih mengenalnya dengan sebutan Pantai Bali, akronim dari balongan indah.
Pemandangan pendar cahaya Kilang UP VI Balongan. Foto/Suta Wijaya.
Karena karakter ombak yang bersahabat, di pantai ini kalian bebas melakukan olahraga air. Pantai Balongan Indah ini berdekatan dengan Kilang Minyak Pertamina UP VI Balongan. Ketika malam hari, akan didapati pemandangan indah pendar cahaya lampu-lampu dari pabrik minyak ter-modern se-Asia Tenggara tersebut.
Sunset di Pantai Bali. Foto/Feri Handoko
Pantai Balongan Indah ini tak seramai Pantai Tirtamaya. Justru karena sepi dan tidak ramai pengunjung itulah malah membuat kita nyaman dan bebas bermain di pantai. Harga tiket masuk Pantai Bali sangat terjangkau. Hanya dengan mengeluarkan kocek sebesar Rp. 5000,-/orang orang, kita sudah dapat masuk pantai ini. Sedangkan untuk harga masuk kendaraan yaitu, Rp 5000,-/mobil dan Rp. 3000,-/motor.

Kelebihan lain pantai ini, mobil atau kendaraan pribadi dapat masuk ke dalam, bisa langsung ke bibir pantai. Jangan takut kendaraan akan amblas karena kondisi pasirnya padat. Selanjutnya soal sarana, akomodasi di pantai tersedia lumayan lengkap. Ada saung-saung, warung-warung, dan penyewaan ban dalam untuk berenang.

3. Pantai Karangsong (Mangrove)
Wisata pantai di Indramayu berikutnya adalah Pantai Karangsong. Pantai ini terletak di Kota Indramayu, tepatnya di Semenanjung Dermayu. Sekitar 4 km dari Pendopo Kabupaten Indramayu. Pantai Karangsong lebih dikenal sebagai pantai hutan mangrove.
Karangsong Sign, berdiri gagah di depan hutan mangrove. Foto/Sutrisno.
Pantai ini menawarkan pemandangan yang eksotis dengan hamparan hutan mangrove-nya. Kalian bisa menikmati panorama pantai dan hutan khas pesisir (mangrove) yang alami dan rindang.

Dahulu, Pantai Karangsong merupakan tempat berkumpulnya para nelayan tradisional. Pantai ini memang terkenal dengan pantai nelayan mulai dari pembuatan kapal, mencari ikan, tempat pelelangan ikan hingga tempat berlabuhnya para kapal nelayan untuk menurunkan hasil tangkapan lautnya.
Sunset di Pantai Song. Foto/Agus Purnomo.
Namun, karena potensi wisatanya yang tinggi, lalu dikembangkan menjadi destinasi wisata pantai. Hingga sekarang, Pantai Karangsong adalah wilayah konservasi hutan bakau seluas ± 25 Ha.
Naik perahu sebelum ke hutan mangrove. Foto/Dedez Anggara
Saat menuju lokasi pantai wisatawan bisa melihat kapal-kapal yang bersandar dan pabrik pembuatan kapal di sepanjang jalan. Sejumlah fasilitas umum sudah tersedia di sekitar Pantai Karangsong.
Industri Galangan Kapal di Desa Karangsong. Foto/beritasatu.co.id
Sedangkan untuk tiket wisatawan cukup membayar Rp. 5000,-/orang. Tak hanya menikmati indahnya pantai, wisatawan juga bisa melihat indahnya hutan mangrove  dengan menyebrang menggunakan kapal bantuan dari Pertamina dengan tarif Rp. 10.000/orang+tiket masuk mangrove. 
Hutan Mangrove Song. Foto/Agus Purnomo
Setelah sampai dan turun dari kapal  wisatawan akan melihat indahnya hutan mangrove. Dan dilanjutkan dengan tracking berjalan kaki menyusuri jalan yang terbuat dari bambu yang telah disediakan oleh pengelola. Hutan mangrove ini berfungsi sebagai penahan abrasi oleh air laut. Selain itu, hidup juga beberapa spesies binatang yang hidup di hutan mangrove.

4. Pantai LA Eretan.
Wisata pantai berikutnya adalah Pantai Eretan, lebih populer dengan sebutan pantai LA. LA adalah singkatan dari lemah abang yang berarti tanah merah. Pantai ini terletak ± 40 km dari Kota Indramayu, tepatnya di Desa Eretan Kecamatan Kandanghaur. Pantai ini sangat mudah ditemukan karena berdampingan dengan Jalan Pantura Jawa Barat.
Tanah merah (lemah abang) di Pantai LA Eretan. Foto/Afif Farhan.
Meski tidak berpasir putih, pantai ini memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri. Pantai LA memiliki tumpukan batu-batu sebagai penahan abrasi. Selain batu, pantai ini punya tanah yang berwarna kemerahan.

Sebutan LA untuk pantai ini berasal dari tanahnya yang berwarna kemerah-merahan. Ajaib kan? Saat matahari sedang terik, tanah merah di pantai ini terlihat sangat jelas. Kalo kalian berkunjung ke sini wajib untuk mengabadikannya dengan kamera.

Disini kalian juga bisa menikmati sajian seafood yang lezat. Ada sekitar 10 rumah makan di sekitar Pantai LA yang menyajikan aneka macam seafood. Ada ikan kakap, gurame, bawal, kerapu, cumi, dan masih banyak lagi. Menyantap kuliner tersebut sambil ditemani angin pantai yang sepoi-sepoi sangatlah menyenangkan.
Salah satu rumah makan di Pantai LA Eretan. Foto/pride-online.com
Harga makanan di sini sekitar Rp. 30-100 ribu. Ada juga kelapa muda segar yang dapat menghilangkan dahaga. Siapkan kamera untuk berfoto-foto dan selamat menikmati pesona tumpukan batu dan tanah merahnya.

5. Pantai Tebing Patrol
Pantai terindah yang terakhir adalah Pantai Tebing Patrol. Pantai ini terletak di desa Patrol Lor Kecamatan Patrol. Sekitar 1,5 jam perjalanan dari arah Kota Indramayu. Desa Patrol Lor, letaknya berdekatan dengan Pasar Patrol. Sepanjang jalan ke pantai, akan ditemukan pemandangan kebun-kebun bawang merah.
Pantai tebing tanah di Patrol. Foto/Asep Saiba.
Desa Patrol Lor memang dikenal sebagai sentra bawang merah. Maka, jangan heran jika sepanjang jalan ke pantai ditemukan pemandangan kebun bawang dan kegiatan petaninya.
Hamparan kebun bawang di desa Patrol Lor. Foto/Feri Handoko.
Pantai ini memang dikenal sebagai pantai bertebing. Tapi bukan tebing bebatuan, tapi tebing yang terbuat dari tanah. Tanah yang kena abrasi kemudian membentuk tebing-tebing secara alami.
***
Meneer Pangky
Pengamat Budaya Amatir

Akun resmi terkait informasi, pengumuman dan konten blog.

Comments


EmoticonEmoticon