[Opini] Lantaran Istri Cemberut, Sempak jadi Korban

Saban rumah tangga pasti ada saat-saat kurang harmonis. Penyebabnya bisa apa saja, uang dapur telat, ada janji yang belum ditepati, campur tangan orangtua/mertua atau apesnya ketahuan nyeleweng. Kalo udah begitu ya murka istri turun deras bak rintik hujan. Bukan hanya banjir omelan dan menghambat pekerjaan, stok sempak saya juga kena imbasnya


Lantaran istri hanya prengat-prengut, ia sedang mendemo saya. Mogok nyuci. Menyebabkan saya terpaksa menggunakan sempak terakhir di lemari. Sempak ini saya ingat, beli 5 tahun yang lalu. Itu masuk kategori sudah lanjut usia dalam dunia persempakan. Cirinya, karet dari sempak ini sudah melonggar. Ada sedikit bolong-bolong yang menandakan sempak ini lumayan legendaris. Saat saya pake, rasanya kurang nyaman. Aduh sering mlorod.

Namun, saya termasuk pria penganut prinsip selalu ada hikmah dalam sebuah peristiwa. Setelah saya pake sempak ini, istri yang tadinya mrengut langsung berubah terang hangat. Ketawanya cekikikan, mungkin masih malu. Ia kurang leluasa mengekspresikan senyumnya. Antara masih sewot dan rasa iba melihat tingkah konyol saya. Barang sebentar, saya harus betulin sempak yang mlorod di dalam celana. Dari kamar ke pintu depan saja, saya butuh lima kali betulin sempak mlorod.

Tapi, mohon peristiwa aneh ini jangan langsung dikaitkan dengan hal-hal berbau tahayul atau khurafat. Jangan buru-buru memvonis demikian. Sebab, barangkali Tuhan sedang kasihan kepada hambanya yang sedang kehabisan sempak. Tuhan tentu maha tahu, jika ia biarkan keluarga kecil saya berantem terus, maka akan ada hambanya yang nggak sempakan ketika ke luar rumah. Tentu ini akan menjadi pemandangan yang mungkin cukup sedap bagi sebagian kecil mamah muda. Karena ada gundal-gandul.
***

Akun resmi terkait informasi, pengumuman dan konten blog.

Comments


EmoticonEmoticon