[Sinopsis] Yuriko's Aroma | 2010

Poster/AsianWiki
Bagi para penikmat film seperti saya, film-film Jepang memang selalu menyuguhkan suatu sudut pandang yang berbeda. Tentu, ini bisa dianggap sebagai mayor atau minor. Kategori film ini tidak konvensional, pasti membosankan bagi penikmat film biasa. Apalagi bagi penggemar film “pinku”, mungkin hanya tertarik pada adegan lesbian-nya saja.

Bagi saya, sinema ini tidak pasaran. Menawarkan orisinalitas dan kreativitas tingkat tinggi. Apalagi melihatnya dari sisi kisah dan karakter Yuriko yang dalem banget, film ini adalah sebuah dedikasi atas cinta mendalam pada dunia sinema. Misalnya, bangun cerita yang diawali dengan tergugahnya gairah Yuriko, seorang gadis umur 30-an saat mencium aroma keringat anak SMA umur 17. Ini sesuatu yang tidak biasa bukan?

Tetsuya, nama anak itu tertantang kejantanannya. Sebagai lelaki sejati ia menginginkan lebih. Sehingga bangun ceritanya bisa ketebak kemana ending-nya? Kemudian, justru saya terkecoh. Saya kira eksplorasi cerita hanya sampai di sini. Malah, alur film berikutnya membangun konflik dengan masuknya pergolakan hubungan emosional. Pelanggan Yuriko, Ayame malah meminta diajari tentang aromaterapi.

Kesan cerita makin kuat saat Yuriko mencuri sarung tangan,  fokus aneka aroma yang berputar-putar di udara, dari semprotan deodoran ke debu hingga aroma alami. Singkatnya, film ini bagi saya mengangkat kehidupan Yuriko dan karakternya yang unik. Penonton mungkin tidak memahami apa yang menjadi ketertarikan Yuriko terhadap jenis-jenis aroma.

Film ini nggak bisa dibilang bagus. Jujur, saya jatuh cinta pada ide cerita dan karakter yang menawan. Bisa dikatakan film macam begini sebagian besar dijauhi oleh sutradara dan aktor. Tidak populer. Film garapan Kota Yoshida memang bukan film biasa. Jika Anda seorang penikmat film, saya merekomendasikan untuk menonton film ini. Anda akan di-perkaya panorama sinematografi, saya jamin itu.
***

Akun resmi terkait informasi, pengumuman dan konten blog.

Comments


EmoticonEmoticon